Kamis, 19 April 2012

Laporan Pratikum Biologi

Topik                     : Respirasi pada Serangga dan Kecambah.
Tujuan                     : Mengetahui  pengaruh berat serangga dan kecambah terhadap laju respirasi.

Landasan Teori tentang Respirasi :
Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, pati, asam organic, dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu). Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi
Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
Ø  Ketersediaan substrat.
Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebaliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat.
Ø  Ketersediaan Oksigen.
Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara.
Ø  Suhu.
Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 100 C, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolism dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi untuk mengangkut dan mngedarkan O2  ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trachea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah. Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigama, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

Alat dan Bahan  :
1.      Respirometer sederhana
2.      Neraca
3.      Jangkrik
4.      Kristal NaOH (KOH)
5.      Larutan eosin
6.      Plastisin/Vaselin
7.      Kapas
8.      Pipet Tetes
9.      Stopwatch/pengukur waktu
Cara Kerja :
1.      Timbanglah serangga/jangkrik yang akan dipakai untuk pratikum.
2.      Susunlah alat dan bahan seperti gambar di atas.
3.      Tempatkan pada tempat yang datar.
4.      Tutuplah sambungan antara pipa dengan bejana agar tidak bocor udaranya.
5.      Sebelum ujung pipa diberi larutan eosin, tutuplah dengan jari telunjuk selama 1-2 menit.
6.      Masukkan diujung pipa berskala larutan eosin, satu tetes.
7.      Mulai menghitung gerakan eosin setiap 2 menit.
8.      Hitunglah berapa cc oksigen yang dibutuhkan serangga dalam waktu 10 menit.
9.      Ulangi langkah diatas pada serangga/jangkrik yang berbeda beratnya.
Hasil Pengamatan :

2 menit ke
Perubahan yang terjadi pada Jangkrik dengan berat 0,7 gram
Perubahan yang terjadi pada Kecambah dengan berat 0,65 gram
1
0,5 ml
0,035
2
0,7 ml
0,056

Rumusan Masalah       :
1.      Mengapa eosin bergerak ?
Jawab  : Karena jangkrik/kecambah berusaha menghirup oksigen (O2) dari luar melalui tabung kapiler berskala, sehingga setiap serangga memperoleh oksigen dan eosin akan bergerak.

2.      Apa yang diserap oleh serangga pada waktu bernafas dan apa yang dikeluarkannya ?
Jawab  : Yang diserap oleh serangga/jangkrik adalah oksigen (O2) dan yang dikeluarkan adalah karbondioksida (CO2).

3.      Apa fungsi KOH atau NaOH pada percobaan ini ?
Jawab  : Untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen.

4.      Bagaimana hubungan antara berat badan serangga atau kecambah dengan volume udara yang digunakan untuk keperluan respirasi ?
Jawab  : Semakin berlebih berat badan serangga atau kecambah, maka semakin banyak oksigen yang diperlukan untuk proses respirasi.

5.      Buatlah grafik yang menggambarkan berat badan dengan volume udara pada pernafasan.
Jawab  : -

 Kesimpulan         :
Kecepatan pernafasan yang di lakukan makhluk hidup berbeda-beda. Kecepatan pernafasan jangkrik lebih cepat di banding kecepatan pernafasan kecambah sehingga pergerakan eosin lebih cepat pada jangkrik. Faktor yang memperngaruhi antara lain, kondisi fisik, suhu tubuh dan suhu di dalam respirometer.

Daftar Pustaka    :
http://sherlyjoshi.blogspot.com/2011/06/laporan-pernafasan-pada-serangga-dan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar